document.write ("<table width=200 bgcolor=#F6FB15 border=0 align=center cellpadding=0 cellspacing=0>");
document.write ("<form action='index.php?option=com_content&task=view&id=23&Itemid=64' method='post' target='_parent'><tr><td bgcolor=#FF0000 width=200><img src=images/spacer.gif width=22 height=7></td>");
document.write ("</tr><tr valign=top><td align=center bgcolor=#FF0000 height=21><b><font color=#FFFFFF>Surat Pembaca</font></b></td></tr>");
document.write ("<tr><td bgcolor=#F5FE6C height=141 <br>");
document.write ("<marquee behavior='scroll' direction='up' width=190 height='150' scrollamount='1' scrolldelay='60' truespeed onmouseover=this.stop() onmouseout=this.start() >");
document.write ("<br>PLN Batam Amburadul. PLN Kota Batam, yang menjadi salah satu anak perusahaan PT.PLN Persero, kondisinya semakin amburadul, karena kinerja PLN Batam dinilai tak mampu memberikan pelayanan  terbaik buat masyarakat. Dengan alasan kelangkaan pasokan Gas, membuat Kota Batam mulai 23-25 Mei mengalami pemadaman secara total. Pemadaman seperti ini bukan yang pertama, tapi sering terjadi. Pemadaman listrik ini jelas-jelas merugikan masyarakat. Kami mohon kepada pemerintah setempat untuk merevisi lagi keberadaan PLN kota Batam. Kalau memang PLN Kota Batam tak mamu mengelola listrik di kawasan itu, sebaiknya diserahkan ke pihak lain saja. Pemadaman listrik yang terus berulang di Kota Batam, tidak juga memberikan kompensasi kepada masyarakat. Padahal kalau konsumen telat bayar, listrik  langsung diputus alirannya. Dimana letak keadilannya? Kami mohon YLKI kota Batam juga dapat berperan aktif dalam hal ini. YLKI sebaiknya jangan tidur menghadapi keluhan masyarakat, terutama menyangkut soal tindakan sepihak yang dilakukan oleh PLN Batam. - sriaditya_2009@yahoo.co.id<br><br>Presiden harus Peduli Pertahanan Untuk yang kesekian kalinya pesawat TNI-AU jatuh. tak terhitung lagi jumlah korban tewas akibat kecelakaan tersebut. Dalam tahun 2009 ini, saya mencatat sudah tiga pesawat TNI-AU yang jatuh. Anehnya kok pemerintah hanya bisa menyampaikan ucapan duka cita dan para elit di negeri ini hanya bisa prihatin. Seyogyanya presiden SBY melek bisa melihat kenyataan yang terjadi. Usia pesawat tersebut relatif cukup tua, wajar kalau terbangnya terseok-seok, yang akhirnya nyungsep mencium tanah. Apakah SBY tak berfikir lebih jauh mengenai keberadaan pesawat-pesawat TNI-AU? Bukankah SBY berlatar belakang militer, kenapa kok ya hanya bisa prihatin saja. Saya mohon, kepada presiden terpilih nanti, lebih memperhatikan keberadaan pesawat-pesawat militer kita. Sekarang ini ada tiga jenderal yang bertarung dalam Pilpres Capres-cawapres. Ada baiknya para calon itu melakukan debat terbuka, siapa yang bisa memaparkan sistem pertahanan yang lebih baik, maka dialah yang harus kita pilih. Kalau presiden yang tak peduli dengan masalah pertahanan dan keamanan, sebaiknya jangan dipilih. Bukankah kita semua sepaham, bahwa pertahanan dan ketahanan  nasional menjadi segala-galanya untuk mempertahankan kedaulatan NKRI, termasuk masalah alutsista TNI. Hendra Suryadarma Jl. Labu No. 12, Jakarta Barat<br><br>Berita TNI-nya Mana?. Tanpa sengaja saya membuka internet, iseng-iseng kok ketemu situnya PAB-Indonesia. Langsung saja mau Tanya, apakah ini merupakan lanjutan dari Koran Angkatan Bersenjata. Tapi mana yak ok nggak ada berita TNI-nya. Mohon diliput dong kegiatan TNI, baik acara karya bakti maupun kegiatan lainnya. Saya akan memonitor terus berita-berita PAB Indonesia. Terimakasih sebelumnya. - wahidin_mgl@yahoo.com<br><br>Siap Perang dengan Malaysia. Persoalan Indonesia dengan Malaysia seakan tak pernah ada hentinya. Pertikaian kedua bangsa ini masih saja terus berlangsung. Kalau tak urusan kebudayaan, urusan TKI dan perebutan wilayah. Kabarnya urusan Ambalat sampai sekarang tak kunjung selesai. Malah saya baca berita, Malaysia bersikukuh mempertahankan Ambalat sebagai wilayah mereka. Gimana nih para elit negara kita, kok diam saja ? Apakah kita harus terus terinjak-injak? Kalau Malaysia ngotot, sebaiknya kita perang saja dengan Malaysia, bukankah ini demi harkat martabat bangsa? Saya prihatin banget dengan para pemimpin negeri kita, kok ya gak bisa berbuat apa-apa. apalagi presiden SBY yang lemah gemulai begitu. Beda waktu era Soeharto dulu, kita sangat dihormati dan disegani negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Era itu Malaysia tak berani macam-macam dengan kita. Inilah kebodohan pemimpin kita sekarang. Siapa calon presiden yang berani dengan Malaysia, maka dialah yang layak menjadi orang nomor satu di negeri ini. - Antonius Fernandes Jl. Patiunus No. 12, Surabaya Jawa Timur.<br><br>PECAHKAN REKOR DUNIA SELAM. Sebagai rakyat Indonesia, saya sangat sedih dan prihatin ketika menyaksikan satu persatu pebulutangkis tanah air kalah di negeri sendiri dan akhirnya tidak satu gelar pun berhasil diraih pada turnamen Djarum Indonesia Terbuka Super Series yang diselenggarakan minggu lalu. Tetapi seketika saya bangkit, bangga dan terharu ketika membaca di surat kabar bahwa Indonesia telah merencanakan akan memecahkan rekor dunia selam massal Guinnes World Record pada bulan Agustus 2009 yang akan datang. Ditengah kesibukan orang berusaha merebut, meraih dan mempertahankan kekuasaan, ternyata masih ada ribuan anak bangsa yang senantiasa peduli akan harkat, martabat dan prestasi dunia yang akan dipersembahkan kepada ibupertiwi, diantaranya dengan berusaha keras memecahkan rekor dunia selam massal Guinnes World Record. Mereka para penyelam itu tentu tidak memikirkan diri sendiri atau kelompoknya, tetapi apa yang dilakukan hanya bagi bangsa dan negaranya. Untuk itulah, kita sebagai bagian dari seluruh rakyat Indonesia seyogyanya mendukung sepenuhnya, semoga kegiatan tersebut berhasil. Amin.- Bondy Mulyatmo, S.Sos, Cipinang Muara Jaktim.<br><br>Fotonya Kurang Heboh : Untuk pertama kali aku ucapin selamat dan sukses. Ternyata ada kemajuan yang dibuat PAB. Selain punya Koran, kini sudah punya website. Tapi buat dong fotonya yang heboh. Aku mau Tanya boleh ya. Boleh gak aku kirim tulisan ke tempat kamu? Apa saja syaratnya, trus ada honornya gak? - Rusli@Telkom.co.id<br><br>Terimakasih Peduli TNI : Aku mau bilang terus terang. Sukses dan terimakasih atas perhatian PAB yang masih peduli sama TNI. Dengan munculnya website PAB dan korannya, setidaknya dapat menjadi media bagi TNI untuk menyalurkan aspirasinya. Saya doakan semoa terus berkembang dan tetap menjadi rekan kerja TNI dalam mengamankan dan melindungi Pancasila dan UUD 1945.- Suratman@Indosat.co.id<br><br>Semoga Lebih Baik : Saya sempat terkejut, tentu haru ketika melihat ada website PAB.Keberadaan website tersebut sangat membantu kami dalam menyalurkan bakat menulis. Selamaini saya kehilangan media yang bisa menampung aspirasi saya untuk menulis tentang TNI.Kalau redaksi berkenan, saya memiliki banyak tulisan tentang TNI, semoga dapat dimuat diwebsite PAB atau Koran PAB. Semoga kedepan PAB menjadi lebih baik dan menjadi contoh bagimedia lain dalam membantu kiprah TNI di bumi pertiwi.- Eddy@yahoo.com<br><br>Apakah PABJelmaan Harian ABRI : To The Point aja deh. Aku mau Tanya, apakah  Koran PAB merupakan jelmaan dari harian Angkatan Bersenjata yang dulu pernah terbit? Dulu saya pelanggan setia harian ABRI. Tapi Koran itu tutup sejak pak Harto jatuh. Lantas apa kaitan Koran PAB dengan harian ABRI. Itu saja pertanyaanku. Selamat semoga kamu tetap jaya.-Sutrisno@Centrin.co.id<br>");
document.write ("</marquee>");
document.write ("<br></font><table width=190 border=0 align=center cellpadding=2 cellspacing=2>");
document.write ("<tr valign=top class=bodytext03> ");
document.write ("<td width=47><input type=submit name=CaraPasang value=' Cara Kirim '></td>");
document.write ("</tr></form></table><font color=006699> </font><font color=000000><br></font> </div></td></tr></table>");


