HOME | ABOUT US | CONTACT US SURAT PEMBACA | IKLAN | SEARCH
Hot Topics
Polling
Institusi Penegak Hukum yang sering bermasalah menurut Anda?
 

Advertorial

SEO Joomla Contest
Selamat Bergabung Di Website PAB - Menggalang Persatuan & Kesatuan Bangsa -
Petani Tembakau Tanggapi Santai Fatwa Haram Merokok PDF Print E-mail
Kamis, 11 Maret 2010 (16:36 wib)
Temanggung, PAB-Online
Adanya fatwa haram merokok yang dikeluarkan PP Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid, Senin (8/3) lalu, ditanggapi santai oleh para petani tembakau. "Kalau sekedar fatwa, bagi kami itu hak organisasi tersebut, walaupun kami juga menyayangkan hal itu," ujar ketua APTI Jateng, Nurtantio Wisnubrata, Kamis (11/3).

Justru yang ia sayangkan, berdasarkan pemberitaan di salah satu media yang dibacanya Rabu (10/3) kemarin menyebutkan Ketua PP Muhammadiyah Bidang Tarjih Dr Yunahar Ilyas setelah mengumumkan fatwa haram merokok juga menyebut PP Muhammadiyah mendorong pemerintah untuk segera menandatangani 'Framework on Tobacco Control' (FCTC).

"Yang menjadi pertanyaan kami ada apa? Setelah mengeluarkan fatwa haram merokok terus mendorong pemerintah untuk segera menandatangani FCTC?," tandasnya.

Menurut Wisnu, petani tembakau tidak akan bereaksi keras dengan melakukan aksi demonstrasi. Hanya jika PP Muhammadiyah benar-benar mendorong pemerintah untuk penandatanganan FCTC, petani akan bereaksi keras.

Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Temanggung Drs H Asy'ari Muhadi mengatakan PP Muhammadiyah sebelum mengeluarkan fatwa haram merokok, telah mempertimbangkan banyak hal dan melibatkan berbagai pihak.

"Apalagi ini menyangkut kebijakan, terlebih hukum halal dan haram," tuturnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, masalah tembakau adalah masalah yang rumit. Terlebih pengaruh fatwa haram merokok bagi daerah penghasil tembakau seperti Temanggung. Sebagai organisasi dibawah PP Muhammadiyah, maka secara organisatoris akan tunduk pada fatwa tersebut.

Bagi petani tembakau Temanggung, sebagai ketua PD Muhammadiyah ia mengaku tidak bisa mengarahkan petani untuk tidak menanam tembakau.

"Masyarakat Temanggung merupakan masyarakat yang arif dan bijak. Pasti bisa menyikapi itu semua," ujar Asy'ari.(SMCN/IP)
 
Berita Terkini
YUSRIL Vs JAKSA AGUNG.
Mantan Menteri Kehakiman dan HAM Yusril Ihza Mahendra menangkap sinyal politis dalam penetapan dirinya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dalam proyek Sisminbakum saat dirinya menjabat menteri.
Ciuman KD-Raul Dilaporkan ke Polisi
Maksud hati untuk menunjukkan kasih sayang dan cinta yang mereka miliki, Krisdayanti dan Raul Lemos malah dicerca beberapa pihak.

Indeks Berita

Edisi Harian
Buletin
Copyright © 2007 PT. Pemberitaan Aspirasi Bangsa - www.pab-indonesia.com