|
 |
|
 |
Kamis, 11 Maret 2010
Jakarta, PAB-Online
Sembilan elemen masyarakat meminta Ketua DPR, Marzuki Alie,
mengundurkan diri dari jabatannya. Marzuki dinilai memiliki sejumlah
kecacatan yang mencoreng citra DPR secara kelembagaan.
Sembilan elemen tersebut, Kamis siang (11/3), mendatangi gedung DPR di Jakarta, dengan maksud bertemu pimpinan Badan Kehormatan dan memasukkan laporan pengaduan. Mereka di antaranya terdiri dari Lingkar Madani Indonesia, Forum Masyarakat Pemantau Parlemen Indonesia, Indonesian Coruption Watch, dan Konsorsium Reformasi Hukum Nasional.
Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti, mengatakan sembilan kesalahan Marzuki menggambarkan tindakan yang otoriter. ''Dan cenderung diskriminatif dalam memimpin sidang,'' ujarnya.
Kesalahan tersebut juga mengesankan tidak adanya koordinasi antara para pimpinan DPR menyangkut sebuah sikap dan perbuatan yang mengatasnamakan DPR. Karena itu, lanjutnya, Marzuki dianggap memiliki kapasitas yang kurang memadai untuk memimpin dan mengemban jabatan sebagai Ketua DPR.
Toto Sudiyarto, dari Soegeng Saryadi Syndicates, menegaskan permintaan tersebut dengan meminta pada Fraksi Partai Demokrat untuk mengajukan pergantian Ketua DPR dengan anggota fraksi lainnya. Sedang, Jerry Sumampouw dari Komite Parlemen Indonesia, melihat Partai Demokrat memiliki kandidat lain yang dipandang cakap dan memadai. ''Seperti Anas Urbaningrum,'' sebutnya.
Tetapi jika Marzuki tidak bersedia mengundurkan diri atau bila fraksinya tidak mau mengajukan gantinya, Jerry mendesak anggota DPR lainnya mengajukan mosi tidak percaya kepada Marzuki. Badan Kehormatan pun didesak untuk segera memanggil dan memeriksa Marzuki.(Rep/IP)
|
|