HOME | ABOUT US | CONTACT US SURAT PEMBACA | IKLAN | SEARCH
Hot Topics
Polling
Institusi Penegak Hukum yang sering bermasalah menurut Anda?
 

Advertorial

SEO Joomla Contest
Selamat Bergabung Di Website PAB - Menggalang Persatuan & Kesatuan Bangsa -
AS Kutuk Rencana Israel Bangun Pemukiman Yahudi PDF Print E-mail
Rabu, 10 Maret 2010
Washington, PAB-Online
Amerika Serikat, Selasa (9/3), mengutuk usul Israel untuk membangun 1.600 rumah baru di permukiman Yahudi di Jerusalem Timur, dan mendesak Israel serta Palestina agar membangun suasana yang mendukung pembicaraan perdamaian. "Saya mengutuk keputusan oleh pemerintah Israel untuk mengajukan rencana pembangunan rumah baru di Jerusalem Timur," kata Wakil Presiden AS Joe Biden dalam satu pernyataan. Ditambahkannya, "Pengumuman ini menggarisbawahi perlunya untuk mengadakan perundingan yang dapat menyelesaikan semua masalah dalam konflik tersebut."

Kementerian Dalam Negeri Israel, Selasa (9/3), menyatakan telah menyetujui pembangunan 1.600 rumah baru di permukiman Yahudi di wilayah sengketa Jerusalem. Permukiman itu berada di bagian kota suci yang diklaim Palestina sebagai ibu kota negara masa depan mereka dan dirujuk oleh masyarakat internasional sebagai Jerusalem Timur.

Pengumuman tersebut dikeluarkan ketika Biden baru saja mengadakan pembicaraa hangat dengan Presiden Israel Shimon Peres dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengenai dilanjutkannya pembicaraan perdamaian dengan Palestina, yang berhenti pada Desember 2008, ketika Israel melancarkan serbuan besar militer terhadap Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS) di Jalur Gaza.

"Keadaan dan waktu pengumuman tersebut, terutama sehubungan dengan peluncuran pembicaraan yang sudah dekat, jelas merupakan tindakan yang merusak kepercayaan yang kita perlukan saat ini dan bertolak-belakang dengan pembahasan konstruktif yang telah saya lakukan di Israel ini," kata Biden. "Kita harus membangun suasana yang mendukung perundingan, bukan membuat rumit keadaan," katanya.

Kemhan izinkan

Beberapa jam sebelum Biden tiba di Israel, Senin (8/3), Kementerian Pertahanan Israel mengkonfirmasi bahwa kementerian itu telah memberi izin bagi pembangunan 112 rumah baru di satu permukiman di Tepi Barat Sungai Jordan, dan mengatakan proyek tersebut, yang sudah disetujui oleh pemerintah sebelumnya, tak bertentangan dengan janji oleh pemerintah Netanyahu mengenai pembekuan pembangunan permukiman selama 10 bulan.

Kedua proyek diumumkan saat utusan khusus AS George Mitchell juga berada di wilayah itu untuk melancarkan upaya mewujudkan perdamaian. Utusan tersebut, Senin (8/3), secara resmi mengumumkan dimulainya pembicaraan tak langsung Palestina-Israel setelah macet selama 15 bulan dan menyeru kedua pihak "agar menahan diri dari tindakan yang mungkin meningkatkan ketegangan".

Sedikitnya 450.000 orang Israel tinggal di sebanyak 100 permukiman di Tepi Barat dan Jerusalem Timur. Wilayah Yahudi di Jerusalem Timur, yang direbut oleh Israel pada 1967 dan kemudian dicaploknya, dipandang oleh masyarakat internasional sebagai permukiman Israel dan salah satu penghalang utama proses perdamaian Palestina-Israel.

Status Jerusalem tetap menjadi salah satu masalah inti dalam konflik Palestina-Israel. Pencaplokan Jerusalem Timur oleh Israel tak pernah diakui oleh masyarakat internasional, dan Palestina ingin Jerusalem Timur jadi ibukota negara masa depan Palestina.

"Amerika Serikat mengakui bahwa Jerusalem adalah masalah yang sangat penting bagi Israel dan Palestina dan bagi umat Yahudi, Muslim dan Kristiani ... Tindakan sepihak yang dilakukan oleh pihak mana pun tak dapat memutuskan lebih dulu hasil perundingan tentang masalah status permanen," kata Biden. (Xinhua-OANA/MIOL/IP)
 
Berita Terkini
YUSRIL Vs JAKSA AGUNG.
Mantan Menteri Kehakiman dan HAM Yusril Ihza Mahendra menangkap sinyal politis dalam penetapan dirinya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dalam proyek Sisminbakum saat dirinya menjabat menteri.
Ciuman KD-Raul Dilaporkan ke Polisi
Maksud hati untuk menunjukkan kasih sayang dan cinta yang mereka miliki, Krisdayanti dan Raul Lemos malah dicerca beberapa pihak.

Indeks Berita

Edisi Harian
Buletin
Copyright © 2007 PT. Pemberitaan Aspirasi Bangsa - www.pab-indonesia.com